AWPF : Tindakan Penghakiman Massa Wajib di Proses Hukum

Awpf.or.id | Banda Aceh – Terkait hebohnya pemberitaan di media social tentang memperlihatkan seorang perempuan yang dipotong rambutnya oleh sejumlah kaum lelaki akibat pencurian di Kabupaten Pidie Jaya, menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai kalangan di Aceh. Jum’at (19/06/2020).

Perlakuan semacam ini terhadap korban sangat tidak wajar dan mengancam kerukunan yang sudah berjalan lama di bumi Seramoe Mekkah ini. Seyogyanya kejadian ini bisa di proses sebagaimana hukum berlaku.

Pantauan media juga banyak aktivis perempuan mengecam tindakan tidak manusiawi tersebut, tidak terkecuali kecaman juga datang dari Aceh Womens for Peace Foundation.

Saat di konfirmasi melalui sambungan handphone, Irma menjelaskan seharusnya kejadian yang memalukan negeri syariat itu tidak boleh ada di Aceh saat ini dan sampai kapanpun, mengingat di Aceh sudah berlakunya hukum Syariat Islam, Jelasnya.

Atas nama kaum perempuan kita mengecam tindakan pelaku yang dapat menimbulkan trauma terhadap korban yang berkepanjangan ini, jikalau ia benar mencuri silahkan saja di proses secara hukum, Negara kita Negara hukum dan semua kita wajib menghormati itu.

Merujuk pada Qanun Aceh No 6 Tahun 2009 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Pasal 20 Ayat 1 disebutkan bahwa perempuan yang menghadapi masalah hukum wajib diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.

Maka dari itu, Kami meminta kepada aparat penegak hukum agar menangkap pelaku dan di proses secara hukum. Kedua, kita juga meminta untuk memulihkan trauma yang di alami korban tersebut.(*)

 

Sumber :  AWPF : Tindakan Penghakiman Massa Wajib di Proses Hukum


AWPF Kembali Gelar Diskusi Rutin dengan Perempuan Bineh Blang dan Pantee

Awpf.or.id | Jantho – Aceh Womans for Peace Foundation Gelar pertemuan dengan kaum perempuan di Gampong Bineh Blang dan Pantee, Pagar Air Aceh Besar, Selasa (09/06/2020).

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh AWPF untuk peningkatan kapasitas kaum perempuan terkhusus di dua Gampong tersebut yang merupakan wilayah dampingannya yayasan perempuan untuk perdamaian tersebut.

Irma Sari, SHI selaku direktur AWPF menyampaikan rasa syukur dan gembira bisa bertemu dengan perempuan-perempuan di dua Gampong tersebut, pasalnya sudah lebih tiga bulan AWPF tidak melaksanakan kunjungan ke kelompok dampingan disebabkan Pandemi Covid-19 melanda dunia, tidak terkecuali Aceh juga kena dampaknya, Tutur Irma.

“Alhamdulillah hari ini bisa berharap muka setelah sekian lama melakukan komunikasi via Online (Daring), dan perlu di ketahui bersama daerah Aceh besar hari ini sesuai dengan intruksi Gubernur Aceh sudah masuk kedalam Zona Hijau dalam situasi Covid-19.”

Irma juga menambahkan Kehadiran AWPF hari ini juga sama seperti dulu, untuk melihat sejauh mana kelompok binaan AWPF sudah berkembang, dan melakukan pembenahan (Evaluasi) dimana yang menjadi kendala dalam kita merumuskan berbagai macam rutinitas Kelompok baik yang sudah, maupun yang akan datang, Tambah Irma.

Kendati demikian, salah satu perwakilan kelompok, Nella menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada kendala yang didapatkan di lapangan, justru anggota kelompok yang di didampingi oleh AWPF merasa senang dan bahkan sudah ada yang berhasil membuat usaha sendiri berkat ilmu yang didapatkan selama mengikuti diskusi rutin yang dilaksanakan oleh AWPF.

Harapannya, kata Nella kedepan perlu lebih aktif lagi dalam kita menggelar diskusi dan kita tingkatkan kemampuan yang ada dalam diri kita, berani berbicara juga menjadi modal penting untuk kita meraih kesuksesan dimasa yang akan datang, Ucap Nella mengakhiri. (Alja)

SumberAWPF Kembali Gelar Diskusi Rutin dengan Perempuan Bineh Blang dan Pantee


Peringati Hari Perempuan Dunia, AWPF Gelar Diskusi

awpf.or.id | ACEH BESAR, – Peringati Hari Perempuan Dunia (Internasional Womans Day), Aceh Womans for Peace Foundation (AWPF) gelar diskusi tentang pemenuhan hak asasi perempuan dalam konteks perdamaian yang bekerlanjutan, bertempat di Gampong Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan tersebut untuk menyediakan forum berdiskusi dan berdialog secara terbuka antara perempuan dari berbagai lapisan dengan pihak AWPF, Sabtu (7/3/2020).

Direktur AWPF, Irma Sari menyampaikan rasa bangga bisa berjumpa kembali dengan seluruh lapisan masyarakat yang selama ini mungkin jarang bertemu, karena satu dan lain hal.

“Maksud dan tujuan dari acara diskusi peringatan IWD atau hari perempuan sedunia ini, memberikan motivasi kepada semua pihak untuk berkontribusi dan menjaga perdamaian yang sedang dibangun,” papar Irma. Continue Reading


Roadshow AWPF ke Kedutaan Negara Sahabat di Jakarta

awpf.or.id | Jakarta – Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) melakukan roadshow ke kantor-kantor kedutaan di Jakarta, Senin (24/2/2020). Roadshow AWPF tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi, membangun jaringan, menimba pengetahuan, pengalaman, belajar bersama tentang perlindungan dan penghormatan hak asasi perempuan khususnya perempuan pembela HAM di Aceh.

Dalam kesempatan berjumpa dengan para diplomat dari berbagai negara, AWPF menjelaskan tentang perkembangan perlindungan perempuan di wilayah dampingan AWPF yaitu di Kota Banda Aceh, Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Besar.

Direktur AWPF, Irma Sari menjelaskan, kondisi perempuan pada masa konflik yang sangat rentan dengan kekerasan berbasis gender seperti pemerkosaan, perbudakan seksual dan pelecehan seksual serta banyaknya kasus kekerasan fisik dan non fisik. Continue Reading


AWPF Gelar Pertemuan Koordinasi Perempuan Pembela HAM di Jakarta

awpf.or.id | Jakarta, 24 Februari 2020. Aceh Woman for Peace Foundation (AWPF) Gelar Pertemuan koordinasi dengan Perempuan Pembela HAM berlangsung pada tanggal 17 Februari 2020 di Jakarta.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk Belajar bersama tentang upaya perlindungan dan dukungan bagi perempuan pembela HAM, Membangun Ruang diskusi dan solidaritas antar sesama perempuan pembela HAM dan Berbagi pengalaman tantangan serta peluang serta Strategi Perlindungan, bagi perempuan pembela HAM sebagai acuan guna mendorong wujudnya kebijakan perlindungan bagi WHRD di masa depan.

Dalam pertemuan tersebut Irma Sari selaku Direktur Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) menjelaskan tentang kondisi perempuan pembela HAM di masa konflik dan di masa perdamaian. Perempuan pembela HAM mendapatkan tekanan dan ancaman dalam melakukan pembelaan atas hak-hak perempuan serta perempuan pembela HAM masih membutuhkan pemulihan pasca kerja-kerja mereka yang penuh dengan tekanan.

Continue Reading


AWPF Gelar Stratgic Planning Lima Tahun Kedepan

awpf.or.id | Bener Meriah – Aceh Woman for Peace Foundation (AWPF) gelar Strategic Planning Lima Tahun Kedepan bersama perempuan pendamping korban Bener Meriah dengan tema ” Menggali Potensi dan Merumuskan Strategi Lima Tahun yang Akan Datang” bertempat di Aula Home stay Sindhico Bale Atu, Aceh (Rabu, 25 Desember 2019).

Kegiatan ini akan melibatkan 15 orang peserta aktif yang berasal dari CO kabupaten Bener Meriah, Staf dan pengurus AWPF. Kegiatan yang berlangsung dua hari ini juga dipandu oleh Faisal Hadi (Koordinator KontraS Aceh). Continue Reading


Penyusunan Konsep Perlindungan Perempuan Pembela HAM di Gelar

awpf.or.id | Banda Aceh – Aceh Womans for Peace Foundation (AWPF) menggelar Workshop Penyusunan Konsep Perlindungan Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia (Woman Humans Right Defender) bertempat di salah satu Hotel dalam kawasan Kota Banda Aceh, Kamis, (19/12/2019).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari apa yang sudah di rancang oleh AWPF. “Hari ini kita meminta masukan dan kita susun secara konkrit demi matangnya konsep ini,” ungkap Irma Sari selaku Direktur Aceh Womans for Peace Foundation (AWPF) Continue Reading


Turun ke Jalan, Aktivis Perempaun Bener Meriah Kampaye Anti Kekerasan Terhadap Kaum Hawa

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

AWPF.or.id | REDELONG – Puluhan perempuan yang tergabung dalam Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) menggelar aksi turun ke jalan dalam rangka mengkampanyekan anti kekerasan terhadap perempuan di Jalan menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Senin (2/12/2019).

Aksi turun ke jalan itu dilakukan setelah menggelar acara seminar sehari dan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan yang berlangsung di Aula Kemenag Bener Meriah. Continue Reading


Aceh Womans for Peace Foundation Gelar Fokus Grup Discussion di Bener Meriah

AWPF.or.id | BENER MERIAH  – Aceh Womans for Peace Foundation (AWPF) gelar Fokus Grup Discussion (FGD) perempuan pembela HAM dan stakeholder terkait dengan tema, ‘menemukendali pembelajaran baik dan upaya perlindungan multi stakeholders bagi perempuan pembela HAM’, berlangsung di Aula Rendelong, Jalan Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Rabu (30/10/2019).

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan setelah acara training bagi perempuan pembela HAM di Banda Aceh minggu lalu. Continue Reading


AWPF Gelar Training Mekanisme Perlindungan Perempuan Pembela HAM

AWPF.or.id | Banda Aceh – Aceh Womans For Peace Foundation (AWPF) gelar training mekanisme perlindungan perempuan pejuang HAM dengan tema “Membangun Pemahaman Menggalang Solidaritas Demi Wujudnya Pengakuan, Dukungan dan Perlindungan Perempuan Pejuang HAM” sejak tanggal 22 – 23 Oktober 2019 bertempat di Abraj Rooftop Lounge Grand Arabia Hotel Jl. Prof. A. Majid Ibrahim II Banda Aceh.

Kegiatan ini bertujuan untuk Membangun pemahaman dan pembelajaran bersama terkait isu Women’s Human Rights Defender (WHRD) dikalangan pegiat HAM baik itu aktivis perempuan. Continue Reading